Posts

Showing posts with the label Puisi

MENJELANG HARINYA

Image
  Doc. Maldives oleh: Firma Eta A. Hariku akan habis termakan waktu Kupuaskan diriku untuk menatapmu Kubebaskan otakku untuk memikirmu Kubiarkan air mataku mengalir untukmu   Ini adalah akhir dari penghujung cinta kita Bertahun-tahun saling memendam rasa Malu atau gengsi untuk mengungkapnya Berdiam, bertarung dengan rasa yang melekat di hati   Ku hitung detik demi detik hingga bertemu hari Ku pikir mendalam sampai lupa jati diri Semakin dekat, semakin mengembang rasa sedih Semakin tak kuat, semakin datang sang hari   Aku katakan dengan hati yang tersayat Kuluapkan air hujan hingga membasahi pipi Aku akan pergi meninggalkanmu dan cinta Aku akan berjalan dibekali kisah bahagia ini   Kamu..... Sesuatu rumus aritmetika yang mudah dan sulit Mudah karena aku memahami Suliat karena aku tak bisa memenangkanmu   Kamu...... Pasir putih yang memudahkan Pasir putih yang menyenangkan Bukan tempat bermain, tapi su...

AYAH

Image
  Doc. Josh Willink oleh: Ahmad Nur Rohman Aku merasa kesepian .... Hatiku tersa sunyi tanpa diri mu ... Malamku terasa sepi tanpa kehadiranmu ... Andai engkau ada disisi ku ... Dan menemaniku dikala lelah ku ...             Andai engkau tau ...             Engkau adalah seseorang yang berjasa dihidupku ...             Lelahmu adalah semangatku   ...             Tanpamu aku bukanlah siapa-siapa ... Engkau rela mengorbankan seluruh j i wamu ... Demi keluarga yang kau sayangi ... Engkau mengajariku banyak hal ... Tentang arti sebuah kehidupan ... Dan mendidiku dengan penuh kasih sayang ...              Terimakasih atas semua pengorbananmu ...      ...

JEJAK

Image
Doc. Pixels Oleh : Rodhiatul Marwiyah Meringkuk Hanya itu yang kuasa kulakukan Menyembunyikan tangis yang payah kuseka Mengapa? Tak ada lagi jasadmu, untuk sekedar menenggelamkan wajah senduku Mendekapku, menenangkan sesak nafasku Tak ada lagi tabiatmu, yang melapangkan dada mendengarkanku Memahamiku, menetralkan ritme nadiku   Sampai jumpa? Itukah yang kau harap? Meninggalkan telapak nestapa Menyekap seluruh nirwana Melumpuhkan setiap rasa Apa yang tersisa? Sengsara macam apa yang kau hendak? Luka macam apa yang ingin kau torehkan? Atau, kematian perlahan yang kau nantikan?

RINDU

Image
Doc. Nubia Navvaro oleh: Indah Tri Handayani Rintik hujan di dinginnya malam Menusuk tajam raga ini Terselip kisah dalam gelinang air mata Membawa untaian rindu bersamanya Gemilir angin berembus Dedaunan rontok dari dahannya Hamparan kisah tak jauh beda dari daun-daun itu Perlahan gugur namun meninggalkan jejak Ragu sembari gelisah Mengiringi pucuk-pucuk rindu Yang sedang membara saat ini Namun tak sempat untuk meledak Entah kemana angin mengantarnya Rindu yang sedari tadi singgah Belum lama ia pergi Tapi seakan telah berabad-abad ia menghilang Kehilangannya tak begitu tragis rasanya Hanya hadirnya yang pernah ada Mencabik setiap sudut nadi di hati Sungguh sukar dipahami oleh logika Tak lekang oleh waktu aku mengenangnya Di setiap malam sehabis senja Aku selalu menantinya kembali Berharap suatu saat, Angin menjemputnya berbalik disini 

BERPISAH DAN KETERPAKSAAN

Image
  Pic. Febri Arya Oleh: Firman Eta A. Kita bertemu pada titik terlemah Berandai dapat membawa bahagia Nyata dirasa gelabah menyerta Dama bukan main girangnya   Tuhan pun melihat apa lukisan wajah kita Dunia bahkan matahari menyapu menerangi Namun sang batari menumpahkan ikrar mulia Apakah kuasa jalin yang kita cipta ini   Mengharuskan berhenti Tanpa campur tangan takdir ilahi Ego kita tak menerima Namun, lengkara bisa bersama   Wujud diam kita laksanakan Hati terpatri menunggu keajaban Tak ada harapan untuk jadi dua Menyatu ditemani derana itu mulia