HMPS KPI Gelar Bazar Ramadhan di Candirejo : Dorong Jiwa Wirausaha Mahasiswa
Salatiga, 19 Februari 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) melalui Divisi Pemberdayaan akan menggelar bazar takjil selama 10 hari di bulan Ramadhan di kawasan Candirejo. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan yang bertujuan mendukung dan mengembangkan usaha mahasiswa, khususnya mahasiswa KPI.
Koordinator Pemberdayaan Masyarakat HMPS KPI, Istajib Zidan, menjelaskan bahwa bazar ini merupakan bentuk nyata dukungan organisasi terhadap mahasiswa yang memiliki usaha mandiri. Menurutnya, bazar ini tidak hanya menjadi ajang berjualan, tetapi juga sebagai media promosi agar produk mahasiswa dikenal lebih luas oleh masyarakat.
“Melalui bazar ini, kami ingin membantu mengembangkan usaha teman-teman HMPS KPI serta meningkatkan penjualan produk mahasiswa yang dititipkan kepada kami,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, sistem bazar dilakukan sebagaimana stand pada umumnya. Panitia membuka lapak dan menyediakan produk titipan mahasiswa maupun produk internal untuk dijual kepada masyarakat. Target penjualan pun telah ditentukan. Jika dalam sehari terdapat 10 produk yang dititipkan, minimal delapan produk diharapkan terjual.
Namun demikian, Zidan menegaskan bahwa target utama bukan semata pada keuntungan, melainkan pada tumbuhnya jiwa kewirausahaan mahasiswa KPI. Ia berharap kegiatan ini mampu membangun semangat bisnis dan kemandirian mahasiswa kedepannya.
Pemilihan lokasi di Candirejo bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman dua periode sebelumnya, lokasi tersebut dinilai strategis dan cukup ramai. Selain itu, panitia juga telah melakukan survei serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan potensi konsumen. Faktor kemudahan persiapan karena adanya anggota HMPS KPI yang berdomisili di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan.
Bazar Ramadhan ini direncanakan berlangsung selama 10 hari di awal Ramadhan. Meski demikian, durasi pelaksanaan tetap menyesuaikan kondisi produksi dan omzet harian. Jika penjualan meningkat, kegiatan dapat diperpanjang hingga 12–13 hari. Sebaliknya, jika mengalami penurunan, pelaksanaan bisa dipersingkat.
Menariknya, kegiatan ini juga dikolaborasikan dengan Divisi Sosial Masyarakat (Sosma) yang mengadakan bakti sosial untuk membantu anak-anak tuna wisma. Sebagian laba bazar direncanakan akan disalurkan untuk kegiatan sosial tersebut. Selain itu, panitia juga membuka stand penerimaan donasi. Produk yang dijual tidak hanya makanan, tetapi juga merchandise dan kerajinan tangan.
Lebih lanjut, Zidan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa.
“Harapannya, bazar ini berjalan sukses dan teman-teman mahasiswa semakin produktif serta memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat,” pungkasnya.
Div. Jurnalistik
Comments
Post a Comment