Film Karya Mahasiswa KPI Angkat Isu Mental Health dalam Salution #8

sumber: Rizqi Agung

Salatiga, 22 Juni 2026 - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2024 menggelar Salution #8 di DPRD Kota Salatiga pada 18–19 Juni 2026. Salah satu rangkaian acara yang menarik perhatian peserta adalah pemutaran film karya mahasiswa yang mengangkat tema Mental Health. Melalui film-film tersebut, panitia berupaya menghadirkan ruang refleksi sekaligus hiburan bagi para peserta.

Salution #8 merupakan event kolaboratif yang melibatkan empat kelas KPI angkatan 2024. Kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran fotografi dan buku, pertunjukan teater musikal, pemutaran film, dan penampilan bintang tamu. Tema Mental Health ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus refleksi bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

Ketua panitia Salution #8, Raihan, menjelaskan bahwa tema Mental Health dipilih karena dinilai dekat dengan kehidupan mahasiswa maupun masyarakat saat ini.

"Konsep yang kami angkat adalah Mental Health. Kami menciptakan sebuah pameran yang dikemas sesuai tema sebagai tempat penyembuhan bagi teman-teman maupun khalayak umum yang datang, sehingga mereka bisa menemukan kembali jati dirinya," ujar Raihan.

Salah satu rangkaian yang menjadi sorotan adalah pemutaran film karya mahasiswa KPI. Rizqi selaku panitia koordinator project film menjelaskan, Film-film yang ditampilkan memiliki genre dan tema yang beragam pastinya memliki hubungan dengan tema besar salution.

“Di angkatan 24 ada 4 kelas KPI setiap kelas memiliki tema yang berbeda dan genre yang berbeda kelas A dapet genre drama tema bullying, kelas B genre horor tema keluarga, kelas C genre drama tema toxic friendship dan kelas D genre komedi tema quarter life crisis, tema yang di ambil pastinya memliki hubungan dengan tema besar kita yaitu mental health” ujar Rizqi.

Syeila, peserta yang juga merupakan mahasiswi Psikologi, mengaku menikmati pengalaman menonton film-film tersebut. Menurutnya, variasi genre dan kolaborasi antarkelas membuat suasana pemutaran film terasa lebih hidup dan menghibur.

"Seru ya kalau aku lihat. Tadi filmnya ada berbagai genre, ada horor, komedi, terus juga dari berbagai kelas disatukan jadi satu. Itu benar-benar bikin seru aja. Tadi juga banyak ketawa, banyak jump scare-nya, banyak kagetnya juga," ungkapnya.

Dari sudut pandang mahasiswa Psikologi, Syeila menilai beberapa film berhasil merepresentasikan tema kesehatan mental yang menjadi fokus acara. Namun, ada pula beberapa film yang lebih menonjolkan unsur hiburan dibandingkan pesan mengenai kesehatan mental.

"Kalau dilihat dari temanya sendiri, kan ada kaitannya sama mental health. Dari aku sebagai mahasiswi Psikologi, ada beberapa film yang memang dapet, ada juga yang masih belum. Aku sempat tanya ke panitia juga apakah film-filmnya ada kaitannya dengan tema besar itu, dan ternyata memang ada," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa film secara jelas mengangkat persoalan psikologis yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

"Ada beberapa film yang vibes-nya benar-benar menceritakan tentang depresi, adanya tekanan dari keluarga, dan lain sebagainya. Tapi ada juga beberapa film yang memang fokusnya lebih ke fun-fun saja," tambah Syeila.

Di akhir acara, Syeila menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap Salution dapat menjangkau audiens yang lebih luas pada pelaksanaan berikutnya.

"Aku kasih apresiasi dulu untuk semua panitia yang sudah berkontribusi di acara ini. Acaranya keren sekali, bahkan sampai besok juga masih ada acaranya. Kalau untuk ke depannya, mungkin bisa lebih menarik peserta dari luar KPI juga. Karena kalau aku lihat, yang hadir masih didominasi anak-anak KPI. Sayang banget kalau effort besar dan persiapan yang sudah lama itu hanya dinikmati oleh satu angkatan saja. Padahal acara seperti ini cocok dan layak untuk ditonton oleh lebih banyak orang," pungkasnya.

Div Jurnalistik


Comments

Popular posts from this blog