Simposium Nasional di UIN Salatiga Soroti Penguatan Hukum Menuju Indonesia Emas 2045

SALATIGA — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menjadi tuan rumah Simposium Nasional di Auditorium Student Center UIN Salatiga pada Kamis 18/6/2026. Kegiatan yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Emas 2045 melalui Penguatan Politik Hukum, Supremasi Hukum, dan Perlindungan HAM” ini dihadiri civitas akademika UIN Salatiga, Wakil Menteri HAM, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Wakil Wali Kota Salatiga, Ketua DPRD Kota Salatiga, serta berbagai delegasi mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Ketua DEMA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Yusuf Taufiqurrahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi para delegasi yang turut meramaikan agenda silaturahmi nasional tersebut.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran teman-teman semuanya dalam Silaturahmi Nasional ini. Kami sebagai pelaksana kegiatan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas kontribusi yang sangat penuh dari teman-teman semuanya,” ujarnya.

Simposium nasional ini diselenggarakan sebagai wadah diskusi dan pertukaran gagasan mengenai peran hukum, HAM, dan nilai-nilai kebangsaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Melalui forum ini, peserta diajak memahami tantangan serta peluang dalam penguatan sistem hukum nasional.

Materi yang disampaikan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Pemateri pertama membahas isu hak asasi manusia dan peran Komisi Nasional HAM dalam perlindungan hak warga negara. Pemateri kedua mengulas perkembangan serta penguatan sistem hukum di Indonesia.

Sementara itu, pemateri ketiga menyoroti peran pakar dan lembaga pengawas dalam menjaga jalannya pemerintahan sesuai prinsip negara hukum. Adapun pemateri keempat membawakan materi mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan serta rekomendasi konstruktif dari kalangan mahasiswa untuk mendukung penguatan politik hukum, supremasi hukum, dan perlindungan HAM dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


-Div. Jurnalistik 


Comments

Popular posts from this blog