Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah Gelar Kegiatan Reses (Resap Aspirasi) Bersama Mahasiswa KPI, Angkat Isu KIP-K, UKT, Hingga Evaluasi Dosen
Salatiga, 8 April 2026— Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) UIN Salatiga menggelar kegiatan Reses Mahasiswa di Gazebo Fakultas Dakwah.
Reses (Resap Aspirasi) merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta keluhan terkait kebijakan kampus dan proses akademik. Aspirasi yang disampaikan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada pihak terkait untuk dibahas dan dicarikan solusi.
Reses dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja Senat Mahasiswa dalam menjaring aspirasi mahasiswa berdasarkan daerah pemilihan (dapil). Dalam forum tersebut, mahasiswa KPI menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari beasiswa KIP-K, uji banding UKT, hingga evaluasi kinerja dosen di lingkungan Fakultas Dakwah.
Dalam forum, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi terkait program KIP-K. Permasalahan utama yang diangkat adalah adanya dugaan ketidaktepatan sasaran penerima, di mana sebagian mahasiswa yang dinilai layak justru tidak mendapatkan beasiswa tersebut. Keresahan ini tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang, melainkan oleh beberapa mahasiswa lainnya, sehingga dianggap cukup representatif untuk dijadikan laporan. Mahasiswa juga berharap adanya solusi yang konkret dan dalam waktu dekat.
“Jujur, banyak orang yang cerita ke saya. Kalau saya simpulkan, mungkin lebih dari lima orang menyampaikan hal yang sama. Jadi menurut saya itu sudah cukup untuk dijadikan laporan. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada solusi yang paling tepat, terutama solusi terdekat?” Ujar Izar, salah satu peserta Reses.
Menanggapi hal itu, perwakilan Senat Mahasiswa menjelaskan bahwa seluruh aspirasi selama masa reses akan direkap sebelum diajukan kepada jajaran fakultas untuk ditindaklanjuti. Senat juga menegaskan bahwa pengelolaan KIP-K berada di bawah lembaga kampus, yaitu Yabissmillah (YBM), sehingga koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama pihak terkait.
“Kami tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga memberikan batas waktu tindak lanjut agar persoalan mahasiswa segera mendapatkan perhatian,” ujar perwakilan Senat Mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan keluhan terkait proses uji banding UKT. Permasalahan yang muncul antara lain kurangnya transparansi informasi sejak awal, khususnya terkait besaran biaya dan kriteria penerima yang baru dijelaskan setelah hasil diumumkan.
“Saya cukup terkejut saat uji banding, karena di awal tidak ada keterangan jelas terkait biaya, misalnya Rp400.000 itu untuk siapa dan Rp1.000.000 itu untuk kategori apa. Penjelasan justru baru muncul setelah hasil keluar,” tutur Yaqin, salah satu peserta Reses.
Hal ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan mahasiswa. Beberapa mahasiswa mengaku telah mengajukan uji banding hingga beberapa kali, namun tidak mendapatkan persetujuan maupun penjelasan yang jelas terkait alasan penolakan. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi mahasiswa dengan besaran UKT yang ditetapkan, serta kurangnya informasi mengenai kebijakan kampus, seperti efisiensi anggaran. Oleh karena itu, mahasiswa berharap agar ke depan terdapat kejelasan kriteria sejak awal, proses yang lebih transparan, serta adanya tindak lanjut dari pihak kampus melalui peran Senat Mahasiswa dalam menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi tersebut.
Melalui kegiatan reses ini, SEMA Fakultas Dakwah bersama HMPS KPI berharap tercipta komunikasi dua arah yang lebih terbuka antara mahasiswa dan pihak kampus sehingga berbagai persoalan akademik maupun kesejahteraan mahasiswa dapat ditangani secara transparan dan berkelanjutan.
Rizky, selaku salah satu peserta Reses berharap aspirasi dan saran yang disampaikan akan terealisasikan.
"Untuk harapan saya pribadi tentang masa reses di tahun 2026 ini, semoga aspirasi-aspirasi yang kita keluarkan, entah aspirasi maupun konfirmasi ataupun kritikan itu diterima baik-baik dan juga direalisasikan oleh pimpinan yang terkait, baik itu dari jajaran dekanat maupun rektorat. Dan juga saran-saran yang kami berikan juga diterima dan juga semoga bisa direalisasikan ataupun bisa dilakukan, bahkan dapat memberikan sistem baru pada kampus iniini,” ujarnya.
Div Jurnalistik

Comments
Post a Comment